September 27, 2020

PKS SULTRA

BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

La Pili Tak Patuh Hasil Syuro, UJ: Kader PKS Tidak Ada Pengkhianat

PETASULTRA.COM-MUNA. Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) yang sami’na wa atho’na atas putusan DPP untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Rusman-Bachrun pada Pilkada Muna 2020, tak dapat menyembunyikan rasa kecewa terhadap kader senior, H. La Pili.

Pasalnya, demi mengejar ambisi politik pribadi, La Pili selaku Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra itu, secara terang-terangan telah bersebrangan dengan partai yang membesarkan dirinya dengan bersedia menjadi Calon Wakil Bupati saat dipinang LM. Rajiun Tumada di Pilkada Muna.

Lebih menyayat hati para kader dan pengurus partai berbasis islam itu, saat La Pili mengklaim jika dirinya masih didukung oleh penggerak partai serta menyebut DPD PKS Muna yang mendukung paslon Bupati Muna, Rusman-Bachrun ibarat kulit.

Terlebih pernyataan La Pili tersebut disalah satu media online dengan menyertakan foto Ketua dan pengurus DPD PKS Muna saat bersanding dengan dirinya dalam sebuah pertemuan.

Hal itu membuat Ketua DPD PKS Muna, Jafarudin pun akhirnya angkat bicara. Ia menyebut jika pernyataan La Pili cukup mengganggu karena sangat tendensius bahkan cenderung menyerang keberadaan partai PKS.

“Ini yang perlu digaris bawahi kami tidak mengetahui sama sekali siapa penggerak PKS yang bergabung sama la pili seperti apa yang disampaikan beliau,” tegasnya saat gelar confrensi pers dikantor sekretariat DPD PKS Muna, Rabu (5/8/2020).

Menurut pria yang karib disapa Ustadz Joff (UJ), menjadi pilihan politik pribadi La Pili tidak tunduk dengan hasil Syuro (musyawarah) namun pasti secara struktur mulai DPP, DPW, DPD dan DPC (Desa), semua kader PKS solid menangkan pasangan Rusman-Bachrun di Pilkada Muna.

“Dari hasil Syuro PKS harusnya kader tunduk dan patuh, tapi saat ada yang berbeda dengan kondisi politik tidak terkontrol itu pilihan pribadi beliau, yang jelas kami 100 persen dukung Rusman-Bachrun karena kader PKS tidak ada yang pengkhianat,” ucap UJ mengingatkan.

Lebih lanjut, UJ menyatakan jika dimaknai dalam filosofi, kulitlah yang lebih tau sebuah proses perjuangan tanpa harapkan pujian sementara isi (daging) hanya menikmati hasil.

“Mungkin beliau lupa kamilah kulit itu yang berdarah-darah perjuangkan beliau menjadi anggota DPR tiga periode dan beliau juga sudah nikmati hasilnya, tapi tetap kami terima karena begitulah kami di PKS memang kulit,” sindir UJ.

Terkait adanya foto dirinya bersama pengurus partai PKS Muna bersanding dengan La Pili yang jadikan layaout pemberitaan salah satu media online, UJ menjelaskan, jika itu merupakan foto lama yang diambil saat sosialisasi Pilcaleg di Kampung Bajo Kelurahan Tampo sekitar akhir tahun 2018.

“Jadi saya saat itu, saya bersama pak milwan dan la pili kita jalan satu paket di pilacaleg DPRD Kabupaten, Provinsi dan DPR RI. makanya kami bingung karena pernyataan beliau ini mengklaim didukung penggerak PKS?” tutupnya.

Diketahui dalam jumpa pers tersebut Ketua DPD PKS Muna, Jafrudin turut didampingi oleh Ketua Bappilu PKS Muna, Dahira, Ketua Bidang Kaderisasi PKS Muna, Milwan dan Sekretaris Umum PKS Muna, Hamudin.